Nama Alexander Crossan mungkin tidak terlalu banyak dikenal orang, namun jika menyebut Mura Masa, nama tersebut sudah tidak asing lagi di kancah musik EDM dunia. Produser musik sekaligus DJ ternama asal Britania Raya tersebut baru-baru ini mendapatkan kemenangan pertamanya di ajang Grammy 2019 atas karya remixnya untuk lagu ‘Walking Away’ milik Haim. Dan sebelum mengguncang panggung Future Republic tanggal 23 Februari 2019 lalu, pemilik single ‘Love$ick’ (feat. A$AP Rocky) ini menyempatkan diri berbincang dengan Creative Disc.

Creative Disc: Apa kabar?
Mura Masa: Good. Setelah menempuh 22 jam perjalanan dengan 2 pesawat, saya masih mengantuk.

Creative Disc: Sudah sempat melihat-lihat Jakarta?
Mura Masa: Belum, kami belum lama tiba dan besok pagi harus berangkat lagi. Jadi tidak ada kesempatan untuk jalan-jalan.

Creative Disc: Baiklah. Mengenai nama Mura Masa. Ceritakan alasan pemilihan nama tersebut.
Mura Masa: Nama tersebut diambil dari sebuah mitos. Legenda dari Jepang tentang seorang pria yang membuat pedang yang paling tajam diantara pedang lainnya. Saat itu aku berumur 16 tahun dan suka dengan nama itu.

Creative Disc: Nama yang keren..
Mura Masa: Ada kalanya saya senang dengan nama tersebut, ada kalanya tidak. (sambil tertawa)

Creative Disc: Bagaimana kamu mendeskripsikan jenis musikmu?
Mura Masa: Bisa disebut dengan ‘pop yang menarik’. Pop berciri Mura Masa.

Creative Disc: Kapan kamu menyadari bahwa kamu ingin menjadi seorang musisi?
Mura Masa: Saya menyukai gitar sejak dulu dan pernah tergabung di beberapa band, seperti band punk, rock dan lain sebagainya. Dan ayahku adalah seorang musisi juga. Jadi saya tumbuh di lingkungan yang penuh dengan musik. Tapi saya rasa gongnya saat saya kuliah di sebuah universitas di London, dimana saya berhenti dari situ untuk fokus kepada musik. Saya rasa itu saatnya.

Creative Disc: Dan sejak kapan kamu memutuskan untuk terjun ke dunia EDM?
Mura Masa: Saya tidak yakin kapan. Menurut saya musik electronic sarat makna dan emosi, tidak melulu menyajikan sesuatu yang cheesy. Saya merasa bahwa musik tersebut mampu menjadi kendaraan saya untuk mengekspresikan hal yang saya inginkan sendiri. Dan skena musik electronic di UK sangat menarik dan mendukung minat saya tersebut.

Creative Disc: Kamu telah bermain di banyak tempat. Apa pandanganmu mengenai skena musik EDM di Asia dan Eropa?
Mura Masa: Saya rasa di Asia lebih apresiatif terhadap musik EDM dibanding di Eropa. Di Asia, musik apapun asalkan bisa membuatmu merasa senang, orang-orang akan berdansa dengannya.

Creative Disc: EP pertamamu berjudul “Someday Somewhere”. Ceritakan mengenai EP tersebut dan bagaimana EP tersebut berpengaruh terhadap perkembangan karirmu.
Mura Masa: Saya rasa melalui EP itulah musik saya diputar di radio. Dan di EP tersebut terdapat versi original dari lagu ‘Lovesick’ dan juga ‘Firefly’, dua lagu yang sangat penting bagi saya. Saya membuatnya saat berumur 19 tahun, saat kuliah, antara ingin melanjutkan kuliah atau tidak. EP tersebut merupakan proyek yang sangat penting bagi karir saya.

Creative Disc: Dan album pertamamu, “Mura Masa”, diisi banyak sekali nama-nama besar di dunia musik. Bagaimana awalnya ide untuk membuat album tersebut, dan bagaimana kamu bisa mendapatkan nama-nama tersebut untuk terlibat di dalamnya?
Mura Masa: Saya rasa ide awalnya adalah membuat sebuah album pop yang memiliki featuring yang banyak dan luas (jenis musiknya). Menjadi seperti sebuah surat cinta untuk London karena banyak musisi dari seluruh dunia dan dari berbagai jenis musik yang terlibat di dalamnya. Dan proses mendapatkan artisnya sangat susah dan pelan, mulai dari mengontak, membujuk, hingga mencocokkan jadwal. Sangat dibutuhkan kesabaran dan keyakinan bahwa semuanya harus jadi di waktu dan tempat yang tepat.

Creative Disc: Oya, selamat atas kemenanganmu di Grammy baru-baru ini. Dan di tahun lalu, album pertamamu mendapat nominasi untuk Best Recording Package. Apakah kamu terlibat dalam pembuatan cover albumnya?
Mura Masa: Ya, saya bekerjasama dengan Matt de Jong, yang berjasa mendisain artwork dan packaging-nya. Dan saya rasa saya adalah orang pertama yang dinominasikan untuk packaging dan album, sebagai desainer dan musisi sekaligus. Which I think it’s pretty cool!

Creative Disc: Dan apakah menurutmu setiap artis perlu terlibat dalam proses kreatif juga?
Mura Masa: Bagi saya, saya tidak bisa untuk tidak terlibat dalam proses kreatifnya, saya harus mengerti prosesnya. Karena menurut saya artwork sangat penting untuk merepresentasikan musiknya. Tapi mungkin bagi sebagian orang tidak perlu terlibat untuk hal semacam itu.

Creative Disc: Dan dengan memenangkan Grammy, apa pandanganmu mengenai seberapa besar pengaruh penghargaan tersebut terhadap karirmu?
Mura Masa: It’s cool..

Creative Disc: Dan itu merupakan impian terbesar bagi musisi dunia, bukan?
Mura Masa: Ya benar. Saya menang atas remix dari lagu milik Haim. Saya sangat kaget dan terkejut saat mereka menyebut nama saya. Dan saya lupa apa yang saya katakan di panggung, yang saya ingat hanya ‘terima kasih..’ Dan ya, saya rasa itu sebuah hal yang sangat baik.

Creative Disc: Kamu mempunyai beberapa lagu dengan NAO. Apa kesanmu terhadapnya?
Mura Masa: Dia adalah sahabat baik saya. Kami memiliki manajer yang sama. Dia tinggal di London dan kami sering hangout bareng. Dia musisi yang mengagumkan, dan menulis lagunya sendiri. Dia senang terlibat di pembuatan musiknya, dan dia sangat visioner.

Creative Disc: Apakah ada kolaborasi selanjutnya?
Mura Masa: Mungkin saja.. (sambil tertawa) Kami selalu punya hal yang kami kerjakan bersama.

Creative Disc: Apa lagi yang disiapkan oleh Mura Masa selanjutnya?
Mura Masa: Saya sedang mengerjakan album keduanya. Dan semuanya berjalan lancar meskipun menyita waktu. Rencananya akan keluar tahun ini. Fingers crossed.

Creative Disc: Ada pesan untuk penggemarmu disini?
Mura Masa: Thank you so much for having me. Saya merasa beruntung untuk bisa hadir disini dan memainkan musik saya untuk kalian.